FBS 2025 menjadi saksi penting dengan peluncuran kompilasi 10 lagu Banjar bertema “Balahindang 4” di Panggung Utama Festival Budaya Saijaan Kotabaru. Acara ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga penghormatan kepada dua seniman besar, Midun (Resi Riswan) dan Abdul Karim, yang telah memberikan banyak kontribusi terhadap musik Banjar. Kedua seniman tersebut dikenang atas dedikasinya dalam menciptakan lagu-lagu Banjar yang telah menjadi warisan budaya yang tak ternilai.
Di tengah suasana yang penuh kebanggaan, para penyanyi lokal tampil dengan membawakan lagu-lagu Banjar yang diciptakan oleh seniman Kotabaru. Dengan semangat dan energi yang tinggi, mereka membuktikan bahwa meskipun musik pop lebih mendominasi, musik Banjar masih tetap relevan dan memiliki tempat di hati masyarakat. Kompilasi “Balahindang 4” adalah langkah awal untuk memastikan bahwa lagu-lagu Banjar terus dikenang dan dihargai.
Penghargaan kepada Midun dan Abdul Karim pada acara ini juga memberikan pesan penting tentang pentingnya melestarikan budaya lokal. Karya-karya mereka yang telah mengisi ruang seni dan musik Banjar kini menjadi bagian dari sejarah yang patut dijaga dan dilestarikan. Meskipun keduanya sudah berpulang, warisan musik mereka tetap hidup melalui lagu-lagu yang mereka ciptakan.
Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Disparpora, memberikan kesempatan bagi mereka yang tidak bisa hadir langsung untuk ikut menikmati acara tersebut. Dengan adanya siaran ini, masyarakat luar Kotabaru juga dapat merasakan atmosfer kebangkitan musik Banjar yang terus berkembang.
Melalui peluncuran kompilasi “Balahindang 4”, diharapkan masyarakat akan lebih menghargai dan mencintai lagu-lagu Banjar yang sarat akan makna sejarah. Dengan semakin banyaknya acara seperti ini, musik Banjar dapat kembali mengisi ruang-ruang publik, menjadikan seni tradisional sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.